Let’s Save The Earth!

Barusan baca artikel di website Kompas tentang “Global Warming”. Ada 3 judul artikel (Es di Kutub Utara Mengecil dan Menipis, 2100 Bumi Akan Panas Sekali, Hutan, “Earth Hour” Sangat Berarti meskipun Singkat) yang memuat betapa buruknya kondisi bumi saat ini dan hal tersebut diprediksikan akan semakin parah dalam jangka waktu tertentu, bahakan mungkin lebih cepat dari dapat diperhitungkan patra ahli.

Saat ini bukan waktunya lagi kalangan nasional maupun internasonal untuk “menghimbau” aksi penyelematan bumi. Akan tetapi yang seharusnya dilakukan adalah “mewajibkan” seluruh negara untuk mengambil langkah-langkah kongkrit untuk menyelamatkan kelangsungan kehidupan di muka bumi ini.

Tapi ada satu artikel (Hutan Indonesia Sedekah buat Negara Maju) isi’nya menyatakan bahwa betapa bangsa ini benar2x sudah jadi bangsa yang sangat kapitalis yang segala sesuatunya selalu diterjemahkan dalam betuk nominal. Bagaimana mungkin kita bertingkah seolah-olah kita sudah banyak berbuat untuk keselamatan bumi ini. Lebih parah lagi kita merasa bahwa kita sudah menjadi bangsa yang paling berjasa di dunia ini dalam rangka penyelamatan lingkungan.

Hello?!?! Wake up, man! We’re not deserved to be called “a hero” yet. We even don’t realize that we’re living on the earth which are getting worse and coming to its end. Jangankan bersedekah, menyelamatkan bangsa sendiri dari dampak global warming saja belum mampu. Banjir, longsor dan kekeringan bukanlah suatu hal baru yang terjadi di sekitar kita. Polusi udara, temperatur yang makin meningkat, ketersediaan air bersih yang makin langka, dll, merupakan bukti bahawa betapa kepedulian bangsa ini masih sangat kurang.

So..jangan NAIF. Apa yang baik dan sudah kita perbuat untuk orang lain sering kali tidak sebanding dengan masalah yang sudah kita timbulkan selama ini. Karena hal-hal baik yang kita lakukan tidak akan pernah bisa mengembalikan seperti semula segala sesuatu yang sudah kita rusak selama ini.



Leave a Reply