Personal Experience!

Besakih.....It's true Bali.....

Besakih.....

Sepulangnya dari Bali, saya membawa segudang pengalaman dunia kerja. Ternyata bekerja dengan berbagai orang dengan berbagai karakter dalam waktu yang cukup singkat (3,5 bulan) menjadi sebuah pengalaman yang berharga bagi saya dalam menjalani kehidupan saya sebagai pekerja di lingkungan pemerintahan.

 

Pada dasarnya masalah-masalah yang saya hadapi sudah sering kali saya dengar dari rekan-rekan serta eman-teman saya semasa kuliah yang juga bekerja untuk berbagai departemen di Pemerintahan. Jadi pada intinya ini bukan merupakan hal baru bagi kebanyakan orang, tetapi bagi saya ini merupakan suatu kenyataan yang cukup surprising.

Bersyukur di tengah-tengah persoalan yang saya hadapi, di tempat lain saya mempunyai sharing partner  (my own husband) yang bisa diajak berdiskusi tentang masalah pekerjaan. Masukan-masukan yang diberikan mendorong saya untuk bisa menjadi lebih bijak dan cerdik menghadapi suatu masalah yang cukup pelik dari orang yang cukup licik.

Bijak artinya saya harus mampu bertindak dan mengambil keputusan tanpa atau seminimal mungkin meibatkan emosi karena ketika saya betidak ditengah emosi yang meluap-luap, apapun yang saya lakukan dan putuskan menjadi tidak rasional dan kadang kala akan merugikan diri sendiri bahkan orang-orang yang ada di sekitar saya. Menarik diri (retreat), berpikir jernih, berdiskusi dengan partner kerja atau orang yang layak untuk dimintai pendapat akan sangat berguna untuk mengambil langkah selanjutnya (kecuali dalam keadaan darurat).

Sedangkan cerdik artinya bahwa saya harus bisa mencari momen atau tindakan yang baik untuk mengatisipasi atau mengatasi masalah yang ada secara diplomatis tanpa harus mengorbankan orang lain. Dengan demikian masalah yang dihadapi dapat teratasi dengan baik dan orang yang berkonflik dengan saya pun menjadi lebih mengerti kondisi yang sebenarnya.

Next time…I’ll be more confident to work with some new people with various backgroung….it’s definitely true that Experience is the best teacher in life.



2 Responses to “Personal Experience!”

  1. Hi Lamria, ternyata kehidupan anak sekolah di Indo juga nggak jauh beda dgn di jerman, terutama belajar bahasa Inggris, dan di jerman pun ( yang sudah negara maju ), masih ada juga anak-anak sekolah Pentium 1.

    Tapi mungkin anak yang tidak cepat menangkap pelajaran bhs inggris, bisa belajar cepat dari pelajaran lain.

    Semoga anakku menjadi anak cerdas hehehe ( si ortunya tuh yang males ngajarin kali, anak suruh blajar sendiri… joke…)

  2. Maria, thanks ur comment ya…..

    Btw memang ternyata ngak gampang mengjarkan suatu bahasa baru kepada orang lain. Lebih-lebih lagi kalau yang bersangkutan sama sekali ngak punya motivasi dari dalam diri sendiri untuk belajar. Kemajuannya menjadi sangat lamban dan bahkan tidak ada sama sekali….. (bagaimana dikatakan bisa maju…kalau dalam hitungan menit apa yang sudah dipelajari menguap begitu saja. Apalagi kalau dalam hitungan hari, minggu, jam bulan dan tahun…. Sia-sia sudah….!)

    Btw selamat utnuk joniornya ya…. SEmoga anak’mu bisa tumbuh jadi anak yang cerdas dan cinta Tuhan (yang terutama). Amiiiiin!

Leave a Reply